Perbedaan Ayam Siam Batu Dan Siam Bangkok


Perbedaan Ayam Siam

Perbedaan Ayam Siam Batu Dan Siam Bangkok. Banyak jenis ayam aduan juara yang sering malang melintang dalam dunia sabung ayam profesional. Salah satunya jenis ayam siam yang memiliki kualitas bertarung tak kalah hebat dibanding ayam aduan yang lain.  Performa bertarung ayam siam ini memang bisa diandalkan untuk beberapa kategori sabung ayam ditambah mental kuat yang pantang menyerah siapapun lawannya. Di Indonesia sendiri, ada dua jenis ayam siam yang dikenal masyarakat yakni ayam siam batu dan ayam siam Bangkok. Ayam sendiri merupakan ayam yang dihasilkan dari kawin silang antara jenis ayam Bangkok asli dengan jenis ayam kampung lokal. Meski hasil dari kawin silang, namun kemampuan ayam siam dapat mengimbangi ayam Bangkok asli ataupun jenis ayam aduan lainnya.

Mengenal Perbedaan Ayam Siam Batu Dan Siam Bangkok

Sekilas memang cukup sulit untuk membedakan antara ayam Bangkok asli dengan ayam siam karena secara garis besar terdapat banyak kemiripan dinatara dua jenis ayam aduan tersebut. Namun tetap ada perbedaan yang bisa dikenali jika diperhatikan lebih teliti yakni sebagai berikut :

  • Dari segi postur badannya, ayam siam memiliki ukuran tinggi yang sedang dengan badan lebar dan tegap serta memiliki struktur tulang yang keras. Dengan postur seperti ini, tak salah jika ayam siam mampu bersanding dengan ayam Bangkok dimana ayam ini juga memiliki pukulan yang sangat keras.
  • Bentuk kepalanya hampir serupa dengan jenis ayam kampung dan tidak memiliki jengger biasa. Juga terdapat ules yang berwarna merah piñatas atau wereng galih. Bentuk kepala seperti ini membuat ayam siam memiliki pergerakan yang cepat saat melancarkan serangan diatas arena sabung ayam.
  • Ayam siam memiliki bulu yang tumbuh lebat diseluruh badan hingga paha. Yang menjadi ciri khas terdapat pada bulu bagian sayap yang panjang dan berlapis seakan memiliki dua sayap yang bagian belakangnya melengkung ke arah atas. Sementara untuk bulu pada ekor panjang, lebat, dan sejajar dengan punggung badannya.
  • Kaki pada ayam siam berbentuk bulat dengan dilengkapi sisik keras yang teratur. Untuk bagian tajinya berbentuk renteng dengan ukuran yang cukup besar namun tidak begitu panjang karena proses pertumbuhan taji yang tergolong lambat bahkan ada juga yang seperti tidak memiliki taji meski sebenarnya tetap ada walau sebesar biji jagung.
  • Bagian ceker ayam siam memiliki ukuran yang tidak begitu lebar namun jari- jarinya memiliki kuku yang panjang dan meruncing layaknya sebuah tombak. Kuku pada kaki ayam siam ini jika dibiarkan tidak akan melengkung kebawah namun tetap lurus memanjang. Kuku seperti inilah yang membuat ayam siam seakan melakukan serangan menggunakan tombak yang bisa dengan mudah mencederai lawannya.
  • Yang menjadi keunikan dari ayam siam juga terletak pada bagian telapak kakinya yang memiliki sisik bergaris seperti sisik pada bagian muka jarinya. Sisik tersebut saling bertumpuk dan saling bersambungan dari ujung kaki hingga pada pangkal paha. Jika dilihat sisik pada telapak kaki ayam siam ini seperti penyakit bubul namun sebenarnya bukan sebab jika dipijat ataupun dibuat berjalan, ayam tidak akan merasakan sakit pada bagian telapak kakinya.

Demikian cara untuk membedakan ayam siam batu dan ayam siam Bangkok yang bisa digunakan saat ingin mendapatkannya. Dengan ciri fisik seperti diatas, ayam siam tentu memiliki keunggulan berupa pukulan yang sangat keras, gerakan lincah, serta memiliki mental yang sangat kuat menghadapi lawannya. Ayam siam juga memiliki karakter pantang menyerah meski dalam kondisi yang terdesak dan mampu bertarung hingga titik darah penghabisan.